Pemerintah Terus Benahi Tata Kelola MBG agar Tepat Sasaran dan Perkuat Ekonomi Lokal

Jakarta,- Pemerintah terus melakukan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Seiring perluasan cakupan program secara bertahap, pemerintah juga memastikan setiap tahapan implementasi berjalan sesuai kesiapan anggaran, sumber daya manusia, serta infrastruktur pendukung sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan. Selain meningkatkan kualitas gizi anak, Program MBG juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha dan rantai pasok pangan di berbagai daerah.

Tenaga Ahli Utama Bakom RI, Hariqo Wibawa Satria, menilai Indonesia telah memiliki fondasi yang baik dalam pelaksanaan Program MBG meskipun program tersebut masih tergolong baru dibandingkan dengan sejumlah negara lain yang telah lebih dahulu menerapkannya. Menurutnya, komitmen pemerintah dalam membangun sistem pelaksanaan yang terintegrasi menjadi modal penting bagi keberhasilan program dalam jangka panjang.

“Indonesia telah membangun fondasi yang baik dalam pelaksanaan MBG meskipun program ini masih relatif baru dibandingkan negara-negara lain. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas melalui pemenuhan gizi yang berkelanjutan,” ujar Hariqo.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh dedikasi para pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan.

“Para pekerja di SPPG memiliki peran penting karena tidak hanya bekerja untuk mencari nafkah, tetapi turut berkontribusi dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan mampu berkonsentrasi dalam belajar,” katanya.

Lebih lanjut, Hariqo menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap berbagai aspek pelaksanaan MBG, mulai dari tata kelola dapur, penyempurnaan regulasi, hingga pembaruan data penerima manfaat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap anggaran negara benar-benar dikonversi menjadi pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia secara efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, perluasan penerima manfaat juga dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran, ketersediaan sumber daya manusia, serta kapasitas operasional di lapangan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Selain memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak, Program MBG juga menjadi penggerak ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, serta berbagai pelaku usaha dalam rantai pasok bahan pangan. Dengan tata kelola yang terus diperbaiki dan evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan, pemerintah optimistis Program MBG akan semakin efektif dalam mencetak generasi unggul sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

More From Author

Pemerintah Dorong Hilirisasi Riset Tahap II untuk Percepat Inovasi Siap Industri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *