?JAKARTA Pengamat Ekonomi GREAT Institute, Prof. Perdana Wahyu Santosa, menyatakan bahwa sinergi antara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memiliki potensi besar untuk memperkuat perekonomian di tingkat pedesaan.
Kolaborasi kedua program ini dinilai menjadi instrumen efektif dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dari akar rumput.
?”Penyerapan anggaran program MBG yang telah mencapai sekitar Rp150 triliun terbukti berhasil memutar roda perekonomian desa melalui penciptaan lapangan kerja dan kebutuhan vendor lokal,” kata Prof Perdana dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun TV Swasta di Jakarta (21/10).
?”Multiplier effect MBG di pedesaan jauh lebih besar dibandingkan di perkotaan, serta lebih sesuai dengan kebutuhan gizi masyarakat desa. Jika dikombinasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih, program ini memiliki potensi yang sangat bagus bagi perekonomian masyarakat,” ujar Prof. Perdana.
?Menurutnya, pengaktifan awal sekitar 15.000 hingga 20.000 Koperasi Desa Merah Putih dapat memosisikan koperasi sebagai rantai pasok dan sumber logistik utama MBG.
Sinergi ini tidak hanya menjamin kelancaran pasokan bahan pangan lokal, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dan berdaya saing.
?Ia menambahkan, perbaikan tata kelola, pengurangan risiko operasional, serta mitigasi risiko keracunan menjadi kunci penting agar program MBG dapat terus berjalan optimal sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Politik Ujang Komarudin, mengatakan bahw Program Makan Bergizi Gratis menjadi wajah dari Bapak Presiden.
MBG bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi ekonomi di sekitar dapur, bahkan di desa, juga berputar.
“Pekerja-pekerja yang tadinya menganggur mendapatkan pekerjaan, emak-emak yang tadinya tidak punya pekerjaan ikut turut membantu,” katanya.
Dirinya menambahkan jangan sampai program yang sudah tercipta dengan baik justru tidak diketahui oleh masyarakat atau manfaatnya tidak bisa dirasakan.
Dirinya optimistis bahwa ini adalah momentum terbaik dari kepemimpinan PrabowoGibran.
?Di tengah ketidakpastian global dan guncangan eksternal, ketahanan ekonomi berbasis desa yang ditopang oleh stabilitas makroekonomi nasional, diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi ketahanan ekonomi Indonesia ke depan. [-RWA]