Dua Tahun Prabowo-Gibran, Lapangan Kerja Tumbuh seiring Investasi Strategis

JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan investasi dan pengembangan industri bernilai tambah. Realisasi investasi nasional serta percepatan hilirisasi menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat aktivitas ekonomi dan memperluas kesempatan kerja.

Presiden Prabowo menyebut investasi sepanjang 2025 telah memberikan kontribusi nyata terhadap penyerapan tenaga kerja nasional.

“Ini 2,7 juta lapangan kerja baru 2025. Nah, sekarang, ini ilmu makroekonomi. Bahwa satu persen pertumbuhan itu menghasilkan 400 ribu lapangan kerja,” ungkap Presiden Prabowo.

Di samping dari investasi, Presiden Prabowo juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penggerak penyerapan tenaga kerja melalui operasional dapur dan jaringan pemasok. Pemerintah menargetkan pengembangan hingga 30 ribu dapur, yang menurut Presiden Prabowo berpotensi membuka lebih banyak pekerjaan bagi masyarakat.

Kemudian pada semester I 2026, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut diikuti penyerapan 1.448.862 tenaga kerja, sementara investasi sektor hilirisasi tercatat Rp300,1 triliun atau sekitar 29,7 persen dari total investasi nasional.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, dan tantangannya adalah bagaimana mengolah kekayaan tersebut menjadi produk bernilai tambah tinggi, memperkuat industri nasional, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat,” ujar akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika, Dr. Sarlina Sari.

Menurut Sarlina, pengembangan industri hilir dapat memperkuat rantai pasok domestik sekaligus membuka peluang bagi tenaga kerja lokal. Karena itu, keberhasilan investasi perlu dinilai melalui dampaknya terhadap keterampilan pekerja, pertumbuhan industri pendukung, dan keterlibatan perusahaan nasional.

Salah satu perkembangan terbaru ialah peluncuran 11 proyek ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada 8 Oktober 2026. Proyek yang mencakup pengembangan industri material baterai, aluminium, dan sektor pendukung energi tersebut diperkirakan bernilai Rp180 triliun.

Sarlina menilai manfaat investasi dan program ekonomi pemerintah perlu diperluas melalui kemitraan dengan UMKM, pendidikan vokasi, serta pemasok lokal. Dengan dukungan regulasi yang konsisten, infrastruktur memadai, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja, investasi diharapkan mampu memperkuat daya saing industri sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. (*)

More From Author

Ekonomi RI Tetap Optimis di Tengah Tekanan Global

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Lapangan Kerja Menguat lewat Ekosistem Industri Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *