JAKARTA Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan beras bagi keluarga dalam kelompok desil 14 untuk menjaga kecukupan pangan dan daya beli masyarakat menjelang akhir 2026. Sebanyak 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) ditargetkan menerima bantuan alokasi OktoberDesember sekaligus, di tengah kewaspadaan terhadap kenaikan harga sejumlah bahan pangan dan dampak El Nino.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan percepatan ini merupakan tindak lanjut persetujuan Presiden Prabowo Subianto agar bantuan segera menjangkau kelompok yang paling membutuhkan. Ia menyebut bantuan tersebut juga diharapkan membantu rumah tangga menghadapi kebutuhan yang meningkat pada penghujung tahun.
Untuk menjawab keluhan masyarakat soal harga (pangan), El Nino, dan seterusnya, Pak Presiden putuskan, beliau setujui bantuan pangan untuk 33,2 juta (keluarga penerima manfaat) desil satu sampai desil empat kita percepat, kata Zulhas.
Setiap keluarga akan menerima beras 10 kilogram per bulan untuk Oktober, November, dan Desember. Dengan mekanisme penyaluran sekaligus, total bantuan mencapai 30 kilogram per keluarga. Pemerintah menargetkan distribusi rampung sebelum Desember agar manfaatnya dapat dirasakan lebih awal menjelang periode Natal dan Tahun Baru.
Dari sisi pembiayaan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah menyiapkan anggaran Rp17,54 triliun untuk program bantuan beras pada kuartal IV 2026. Anggaran tersebut menopang penyaluran bagi sekitar 33,24 juta KPM dan menjadi bagian dari upaya menjaga perlindungan sosial di tengah tekanan biaya kebutuhan pokok.
Bantuan pangan beras 10 kilogram per bulan untuk 33,24 juta KPM, ini anggarannya Rp17,54 triliun, ujar Airlangga.
Badan Pangan Nasional telah mengajukan kebutuhan anggaran tambahan kepada Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Sementara itu, Perum Bulog menyiapkan kemasan dan memastikan stok beras tersedia sebelum surat penetapan anggaran diterbitkan dan distribusi dilakukan.
Percepatan bantuan ini menjadi penting ketika sebagian masyarakat menghadapi tekanan harga pangan dan potensi gangguan produksi akibat kondisi cuaca kering. Dengan sasaran berbasis desil, dukungan diarahkan kepada kelompok berpendapatan rendah, sementara koordinasi lintas kementerian diharapkan menjaga kelancaran penyaluran. Langkah tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi kebutuhan dasar warga sekaligus memastikan cadangan pangan negara memberi manfaat nyata bagi keluarga yang paling membutuhkan.*