JAKARTA – Sinergi antara TNI dan elemen masyarakat di Papua, termasuk tokoh agama, adat, dan masyarakat, terus terjalin dalam upaya menjaga stabilitas keutamaan dan keamanan wilayah. Kolaborasi tersebut difokuskan pada peningkatan komunikasi serta kebersamaan antara aparat penegak hukum dan warga setempat.
Inspektur Daerah Militer (Irdam) XXIV/Mandala Trikora, Brigjen TNI Dwi Endrosasngko, mengatakan dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI, khususnya dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Papua Selatan.
“Mari kita semua untuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi. Mari kita membangun suasana yang penuh kekeluargaan, saling menghormati, dan saling mendukung demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis,” ujar Dwi Endrosasngko.
Menurut Dwi, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat memiliki peran strategis karena dekat dengan kehidupan warga. Peran tersebut dapat memperkuat nilai persatuan serta menjaga keberagaman Papua sebagai kekuatan bersama.
“Atas nama keluarga besar TNI, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang selama ini telah memberikan dukungan dan kerja sama kepada TNI,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo. Melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, Nelson Sasarari, pemerintah daerah menilai kerja sama pemerintah, TNI, dan masyarakat perlu terus dipertahankan untuk menjaga stabilitas wilayah.
“Untuk itu, pesan yang perlu disampaikan, mari kita pertahankan dan tingkatkan sinergitas yang sudah ada,” ujar Nelson Sasarari.
Apolo menilai kondisi keamanan yang terjaga tidak terlepas dari kontribusi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergitas tersebut menjadi modal penting agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan pembangunan berjalan berkelanjutan.
“Kita bersyukur dan berterima kasih Papua Selatan punya peringkat yang baik ini,” tegas Nelson Sasarari.
Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, mengatakan pembinaan teritorial dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah dan para tokoh untuk mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.
“Harapan saya, mereka yang baru kembali dapat menjadi jembatan damai untuk mengajak saudara-saudara kita untuk kembali berbaur, berkebun, dan membangun masa depan bersama tanpa rasa cemas,” pungkas Febriel Buyung Sikumbang. (*)