BMP Ajak Masyarakat Tolak Aksi Anarkis Demi Menjaga Keamanan dan Pembangunan Papua

JAYAPURA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Barisan Merah Putih (BMP) mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, menjaga stabilitas keamanan, serta menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran pembangunan di Papua.

Situasi yang aman dan kondusif dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, serta terciptanya kehidupan masyarakat yang damai. Karena itu, berbagai pihak diharapkan mengedepankan semangat persaudaraan dan nasionalisme dalam menyambut bulan kemerdekaan.

Ketua DPD Barisan Merah Putih (BMP) RI Provinsi Papua, Yeri Stenli Hamadi, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa dan mengisi kemerdekaan melalui karya-karya yang bermanfaat.

“Tongkat estafet kepemimpinan masa depan berada di tangan pemuda. Oleh karena itu, jadikan semangat muda ini untuk berkarya melalui hal-hal yang positif, bermanfaat, dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain demi masa depan bangsa yang lebih cerah,” tegas Yeri Stenli Hamadi.

Menurutnya, BMP hadir sebagai wadah bagi generasi muda untuk memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjaga keutuhan NKRI serta mendukung kelancaran pembangunan.

“Kami hadir menjadi penggerak yang merangkul semua generasi muda, agar tetap bersatu, saling mendukung, dan menjadikan jiwa nasionalisme sebagai landasan setiap langkah kita,” tambah Yeri Stenli Hamadi.

Sementara itu, Barisan Merah Putih juga mengecam aksi anarkis yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Tindakan tersebut dinilai merugikan masyarakat serta berpotensi menghambat pembangunan dan aktivitas ekonomi.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat BMP, Max Ohee, menyampaikan keprihatinan atas insiden yang menimpa warga sipil dan mendukung penegakan hukum terhadap pelaku.

“Kami sangat prihatin dengan insiden yang diduga dilakukan oleh KNPB terhadap warga sipil di Kabupaten Yahukimo sehingga hari ini kami melakukan aksi demo damai untuk menyuarakan agar aparat keamanan melakukan tindakan tegas kepada para pelaku,” ujar Max Ohee.

“Kami mengajak seluruh masyarakat di Papua untuk dalam bulan kemerdekaan RI tahun ini dapat menciptakan situasi keamanan yang kondusif,” tambah Max Ohee.

Sekretaris Jenderal BMP, Ali Kabiyai, menegaskan keamanan merupakan syarat utama agar pembangunan, investasi, dan aktivitas ekonomi dapat berjalan optimal.

“Jika kondisi di Papua tetap aman dan kondusif maka aktivitas ekonomi, investasi, dan pembangunan akan berjalan lebih baik sehingga masyarakat bisa sejahtera,” tegas Ali Kabiyai.

Hal senada disampaikan Koordinator Pemuda Adat Tabi Kota Jayapura, Frank R. Tjoe, yang mengajak seluruh pihak menjaga Papua tetap damai dan menghindari segala bentuk kekerasan.

“Papua merupakan Tanah Injil sehingga kami harus menjaga Tanah Papua tetap damai,” ujar Frank R. Tjoe.

“Semua pihak perlu bersama-sama menjaga Papua tetap aman dan damai sehingga tidak ada lagi korban jiwa, baik dari masyarakat sipil, TNI maupun Polri,” tutup Frank R. Tjoe.

(*)

More From Author

HUT RI ke-81, Pemerintah Perkuat B50 untuk Ketahanan Energi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *