Jakarta, Pemerintah terus memperbarui arah kebijakan literasi digital agar semakin relevan dengan perkembangan pesat teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Pembaruan ini dinilai penting untuk memastikan masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami, memanfaatkan, dan mengembangkannya secara bijak, produktif, serta bertanggung jawab.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid mengatakan literasi digital saat ini tidak lagi sebatas kemampuan menggunakan perangkat teknologi, melainkan juga mencakup pemahaman terhadap cara kerja AI, keamanan data pribadi, etika bermedia digital, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi.
“Literasi digital harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Di era AI, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, produktif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Pemanfaatan AI telah merambah hampir seluruh sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, industri kreatif, hingga dunia usaha. Oleh karena itu, pemerintah terus menyusun pendekatan literasi digital yang lebih adaptif agar masyarakat memiliki keterampilan baru yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi masa depan.
Perkembangan AI harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas masyarakat agar teknologi tersebut mampu memberikan manfaat yang optimal bagi berbagai sektor kehidupan, kata Meutya.
Senada, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan Komdigi terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, pelaku industri, komunitas digital, dan lembaga pendidikan untuk memperluas jangkauan program literasi digital. Melalui sinergi ini, masyarakat diharapkan memperoleh akses terhadap pelatihan yang lebih relevan, termasuk pengenalan AI, keamanan siber, perlindungan data pribadi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi.
“Kolaborasi menjadi kunci agar transformasi digital dapat berjalan secara inklusif. Literasi digital yang kuat akan melahirkan masyarakat yang mampu beradaptasi dengan perkembangan AI sekaligus menciptakan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” jelasnya.
Menurutnya, perkembangan AI harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas masyarakat agar teknologi tersebut mampu memberikan manfaat yang optimal bagi berbagai sektor kehidupan.
Masyarakat diharapkan mampu mengenali konten hasil rekayasa AI, menjaga keamanan identitas digital, serta menggunakan teknologi secara etis sesuai dengan norma dan peraturan yang berlaku, tegasnya.