JAKARTA Aksi demonstrasi yang diinisiasi BEM UI terkait isu perekonomian nasional perlu disikapi secara bijaksana oleh seluruh pihak. Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang masih relatif kuat dan stabil, berbagai kalangan mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi provokasi serta pihak-pihak yang berusaha menunggangi gerakan mahasiswa untuk kepentingan tertentu yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah menghargai aspirasi mahasiswa dan terus bekerja keras untuk memperkuat perekonomian nasional. Menurutnya, berbagai langkah perbaikan ekonomi terus dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Beberapa hari ini kan saudara saksikan bahwa kita juga betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita, kata Prasetyo.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian berbagai tantangan ekonomi tidak dapat dicapai secara instan karena membutuhkan proses, konsistensi kebijakan, dan dukungan seluruh elemen bangsa.
Dari sisi keamanan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau agar setiap kegiatan penyampaian pendapat dilakukan secara tertib dan konstruktif. Terkait kegiatan di masyarakat tentu kita selalu mengimbau agar semua kegiatan dilaksanakan dalam bentuk konstruktif, ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa Indonesia tidak berada dalam kondisi yang mengarah pada kebangkrutan sebagaimana narasi yang berkembang di sebagian ruang publik. Menurutnya, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat didukung oleh kekayaan sumber daya alam dan posisi strategis dalam perekonomian global.
Kalau ada orang yang mengatakan APBN kita bangkrut, nggak mungkin kita bangkrut. Bayangkan Indonesia ini 43 persen batu bara dunia disuplai oleh Indonesia, CPO 40 persen, nikel bahkan melebihi 60 persen, ujar Misbakhun.
Selain menjadi pemasok utama berbagai komoditas dunia, Indonesia juga masih mencatat pertumbuhan ekonomi di atas lima persen, menjadi anggota G20, serta membukukan surplus neraca perdagangan selama 71 bulan berturut-turut. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap terjaga meskipun dunia masih menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi global.
Berbagai pihak menilai bahwa yang perlu diwaspadai bukanlah aspirasi mahasiswa itu sendiri, melainkan kemungkinan munculnya provokator dan penunggang kepentingan yang memanfaatkan aksi untuk menyebarkan disinformasi, memperbesar keresahan publik, serta mendorong agenda tertentu yang berpotensi mengganggu persatuan dan stabilitas nasional.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap mengedepankan sikap kritis, tidak mudah terprovokasi, serta mendukung penyampaian aspirasi yang damai dan bertanggung jawab demi menjaga iklim pembangunan, investasi, dan kesejahteraan yang terus diupayakan bersama.